Cuma anak generasi 90-an yang mengerti… Cuma anak generasi 90-an yang merasakan… Cuma anak generasi 90-an yang ini yang itu…

Seringlah saya mendapati semacam itu di sosial media saya. Memang di awal saya melihat hal itu sangat cocok kata-kata tersebut dengan apa yang telah saya maupun teman-teman dari tahun 90-an alami pada masa itu. Tapi, semakin lama semakin saya merasakan hal ini tidaklah wajar. Saya merasakan bahwa sangat tidak patut kita berbangga dengan hal tersebut sedangkan saat ini adik-adik kita yang dari generasi 2000-an sedang dilanda derasnya badai teknologi.

Saya sendiri khawatir dengan adik saya yang paling kecil dikarenakan apa yang telah ia terima sekarang. Untuk anak sekolah setara SD/SMP menurut saya belumlah layak menerima seperti akses internet bahkan menggunakan sosial media. Masih segar kan berita tentang anak SD yang “romantis” di facebook beberapa saat lalu atau anak-anak kecil yang heboh mencari telolet kemudian diunggah di instagram? Padahal untuk membuat akun sosial media seperti facebook ataupun instagram minimal usia yang harus dimiliki adalah 13 tahun.[1][2] Tiga belas tahun itu paling tidak sudah berada di kelas VII/VIII SMP lalu bagaimana mungkin kita membiarkan anak-anak SD di bawah usia 13 tahun menggunakan instagram ataupun facebook?

Saat melihat meme ataupun gambar-gambar di internet yang “membanggakan” generasi 90-an, saya melihat mereka seolah-olah berkata “Generasi sekarang tidak tahu rasanya bermain seperti kami dahulu. Anak-anak sekarang kecil-kecil sudah sudah alay di sosial media.” Kenapa mereka tidak tahu rasanya bermain seperti kita? Karena kita tidak ajarkan dan tidak pernah mengajak mereka bermain seperti kita dulu. Kenapa mereka sudah alay di sosial media? Karena kita yang membiarkan mereka dan kita sendiri juga sibuk main di sosial media.

Generasi 90-an sebenarnya mengemban tanggung jawab berat sebagai panutan bagi generasi 2000-an karena yang sedang dilihat mereka adalah kita. Sedangkan kita sibuk membangga-banggakan diri dan menjelek-jelekkan adik-adik kita sendiri. “Kita gak pernah menjelek-jelekkan kok…” Tapi ketika ada anak SD alay di media sosial, kamu malah mengambil screenshot dan kamu bagikan kemana-mana, itu masih mengaku tidak menjelek-jelekkan? Apa yang kamu bagikan di media sosial itu akan abadi di sana dan mereka yang kita jelek-jelekan nantinya akan diejek teman-temannya di sekolah bahkan hingga mereka dewasa nanti. Masih merasa kalau kita tidak menjelek-jelekkan?

Ada beberapa hal yang menurut saya perlu kita usahakan. Paling tidak ini adalah hal-hal yang sedang dan berusaha saya lakukan. Berikut hal yang saya maksudkan:

  1. Cegah anak-anak kecil berusia di bawah 13 tahun menggunakan sosial media.
  2. Awasi mereka saat menggunakan internet.
  3. Bagi anak berusia di atas 13 tahun pun perlu diawasi hingga mereka cukup dewasa untuk mengerti baik dan buruk.
  4. Ajak adik-adik atau anak-anak kita untuk bermain bersama, membaca buku, ataupun ajak mereka untuk berkreasi seperti menggambar, bermain musik, olahraga dan sebagainya. Nah ini yang menurut saya paling efektif karena tidak hanya terhindar dari sosial media, mereka juga akan senang nantinya melakukan kegiatan positif sehingga tidak sibuk lagi bermain di internet.
  5. Jika mereka sudah memiliki akun sosial media di facebook ataupun instagram segera laporkan pada link yang saya sampaikan dibawah pada nomor [1] dan [2] agar akun mereka segera dihapus.
  6. Jika ada yang membagikan hal memalukan di media sosial jangan disebarkan, justru saat itu kita ingatkan agar apa yang mereka unggah segera dihapus.

Jadi, patutkah kita berbangga sebagai generasi 90-an? Tentu patut kita berbangga. Tapi… kita patut berbangga ketika kita sudah berhasil menjadi panutan yang baik dan menjaga adik-adik kita  generasi 2000-an agar tidak tersesat di tengah badai teknologi dan modernisasi.

 

[1] https://www.facebook.com/help/157793540954833

[2] https://help.instagram.com/517920941588885

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s